Sunday, June 20, 2010

Bakpao Buah Unik Andy Yang Pastry



Ada satu lagi produk kuliner yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Bandung,’ Bakpao Buah Andy Yang Pastry’.

Lokasi Andy Yang Pastry tidak terlalu mencolok, letaknya tersembunyi dalam sebuah lorong kecil di Jalan Dalemkaum no 74, dekat alun-alun Bandung. Walau tokonya kecil, tempatnya sangat nyaman dan bersih.


Andy Pastry ternyata tidak hanya memproduksi Bakpao, ada berbagai produk lainya seperti Bagelen Jepang, Kue Ulang tahun, kue basah dan sebagainya.

Layaknya buah-buahan, bakpao ini memiliki daun dan tangkai, warnanya yang mirip buah asli di semprot dengan teknik air brush. Pewarna makanan yang digunakan aman untuk dikonsumsi



Harganya Rp. 6000,- perbuah. Satu box terdiri 10 buah, Saya membeli 4 box bakpao beraneka bentuk, isi bakpao ada yang kacang hitam, kacang hijau, kacang pandan, dan kacang merah. Selain bakpao saya membeli 1 box cantik bagelen Jepang, rasanya enak dan renyah.

Saya membeli cukup banyak bakpao untuk oleh-oleh temen di Kantor hehehe.



Bakpao ini dibuat tanpa bahan pengawet, sehingga daya tahannya terbatas. Hanya dua hari dalam suhu kamar. Tapi untuk daya tahan yang lebih lama lagi kami disarankan untuk mengemas bakpao dalam kantong plastik dan disimpan dalam freezer. Dengan cara ini bakpao bisa bertahan 1 bulan!

Setelah banyak bertanya ini itu tentang bakpao cantik dan unik ini, saya disarankan agar mengukus bakpao selama kurang lebih lima menit sebelum dikonsumsi . Karena penasaran, saya minta contoh bakpao yang dikukus . kami menunggu beberapa menit. Wah… setelah dikukus benar-benar lembut nih bakpao.

Andy Yang Pastry buka mulai jam 08.00 s.d. 18.00, waktu itu kami datang sekitar pukul 16.00, bakpao yang kami beli benar-benar fresh, dikemas dalam box eksklusif cocok buat oleh-oleh nih hahaha…

Keesokan harinya bakpao kami kukus di kantor menggunakan klakat yang biasa kami gunakan untuk dimsum, beginilah kira-kira bentuk bakpao yang telah dikukus, tetap cantik dan menggoda, sayang banget buat di makan hiks.


Wednesday, May 12, 2010

Kentang mirip Simbol Cinta

“Dek sini dek,  lihat ini lucu! Kentangnya mirip ‘Cinta!’”
si Mbak memanggil Silmi yang lagi merengek ke Ibunya.
Silmi menghentikan rengekan dan segera menghampiri si Mbak!
“Hehehe iya ya… kayak cinta! Bagus mbak!” Silmi membolak-balikkan kentang  dari si mbak.



“Kentangnya nggak jadi di kupas ah buat kenang-kenangan”, begitu kata si mbak, alhasil kentang yang bentuknya mirip simbol Cinta tersebut tidak jadi dikupas! Padahal temen-temen kentang lain yang bentuknya standar, tidak beraturan, sudah dikupas, siap dipotong dijadikan sambal goreng kentang!



Sambil bersenandung kecil si mbak menyimpan kentang simbol “Cinta” dan kembali melanjutkan acara memasak sambal goreng kentangnya…

Nikmatnya Spa Ikan Garra Rufa

“Wah, ada ikan! Ikan apaan ni Pak?” Tanya silmi, tangannya menunjuk ribuan ikan kecil di sebuah bak kolam ikan fiber milik counter layanan spa ikan, di lantai dasar sebuah mal di Kawasan Bekasi Barat.

“Oh.. itu ikan untuk spa dek, enak lho tinggal masukin kaki ke kolam ikan, nanti ikannya pada ngerubutin kaki, bisa bikin kaki halus dan mulus lho, hehehe” jawab saya sekenanya.

Di luar dugaan silmi minta di spa ikan. Setelah berkonsultasi sebentar dengan petugas counter, Silmi diperbolehkan untuk menikmati layanan spa ikan, tarifnya perorang Rp. 20.000,- per 20 menit.

Dengan dipandu petugas, silmi diminta untuk memasukan kedua kakinya secara perlahan. Begitu masuk, serentak ratusan ikan “Garra Rufa” mengerubuti kaki Silmi, Silmi tertawa geli, enak pak!



Saya jadi penasaran, maklum belum pernah di spa sama si Garra Rufa sih…
“Mas, saya juga nyoba Mas!”
“Silakan Pak, tapi nanti kaki Bapak diberi antiseptic dulu ya, biar steril”. Berbeda dengan Silmi, orang dewasa yang akan menikmati layanan spa ikan terlebih dahulu di beri antiseptic, dengan cekatan petugas membasuh kedua kaki saya dengan cairan antiseptic khusus.

Kemudian saya diminta untuk memasukkan ke dua kaki saya secara perlahan ke dalam kolam. Baru saja dicelupkan, seketika itu juga ratusan ikan Garra Rufa mengerubuti kaki menyedot dan memakan kulit mati, disebut menyedot karena ikan ini tidak memiliki gigi alias ompong! Ada sedikit perasaan geli, kesemutan serta sensasi sengatan listrik tegangan kecil seperti pijatan di kedua kaki saya, benar-benar nikmat…



Rupanya Farhan dan Ibunya tidak mau kalah, setelah kami panas-panasi, merekapun akhirnya nyemplung juga menikmati spa ikan, dan kita semua menikmati kegelian bersama.

Ikan Garra Rufa yang luar biasa ini berasal dari Turki. Ikan ini memiliki kemampuan untuk memakan sel kulit mati, parasit, sampai kuman sehingga sering disebut sebagai Doctor Fish.

Kata orang, Spa ikan lebih bagus daripada manicure pedicure, karena lebih alami dan lebih bersih, tidak heran jika Garra Rufa mendapat julukan dermatologis mini. Pasalnya, air liurnya mengandung Enzim Dithranol (Anthralin) yang dapat membuat kulit lembap dan kenyal serta menyembuhkan penyakit kulit. sensasi pijatan dan setrum listrik skala kecil yang dirasakan menjadi semacam micro massage di titik-titik akupuntur kaki, Alhasil spa ikan ini dapat memperlancar sirkulasi darah dan pikiran pun fresh.

ikan Garra rufa aslinya hidup di sungai-sungai di negara Timur Tengah seperti di Turki, Syria, Iran dan Irak. Umurnya 4 sampai 6 tahun dengan panjang maksimal 12 cm. Tetapi, ikan yang digunakan untuk terapi adalah ikan yang masih kecil yang berumur 3-6 bulan, umumnya memiliki panjang 1,5 hingga 2 cm. Ikan ini dapat hidup pada air dengan suhu 0 hingga 43 derajat Celcius.



Berikut ini beberapa manfaat yang bisa kita peroleh melalui spa ikan Garra Rufa:
• Membantu pengelupasan kulit mati sehingga proses regenerasi kulit akan semakin baik sehingga didapatkan kulit baru yang lebih halus dengan cepat.
• Meningkatkan penyerapan kelembaban kulit.
• Memperlancar peredaran darah dalam tubuh melalui micro massage di titik-titik akupuntur yang ada di telapak kaki.
• Diyakini dapat mengurangi dan mengaburkan bekas luka.
• Membantu penyembuhan mereka yang menderita penyakit kulit seperti psoriasis.
• Menghadirkan sensasi relaksasi dan menghilangkan stress.

Tanpa terasa waktu 20 menit sudah terlewati, saya diminta untuk mengangkat kaki secara perlahan, walau sesi terapi udah selesai, rupanya ikan Garra rufa masih betah nyedot dan memakan kulit mati yang masih ada di kedua kaki saya, secara perlahan ikan-ikan yang masih getol nyedot berjatuhan ke air seiring dengan diangkatnya kaki saya ke luar kolam.

Mau coba? Asyik lho!

Wednesday, April 21, 2010

Ajaran Kepemimpinan Asthabrata

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengunjungi Museum Purna Bhakti Pertiwi di Jalan Taman Mini I Jakarta. Museum ini bentuk bangunannya sangat unik, mirip nasi tumpeng! Bangunan yang arsitekturnya mirip nasi tumpeng ini konon -melambangkan rasa syukur, keselamatan dan keabadian-


 
Museum Purna Bhakti Pertiwi terdiri atas bangunan utama enam lantai. Tinggi bangunan utama sampai puncak ornamen lidah api berwarna keemasan di atas kerucut terbesar sekitar 45 meter. Sembilan kerucut kecil lainnya melingkari kerucut terbesar.

Ruang Utama diapit empat tumpengan warna kuning. Ruang terdepan adalah Ruang Perjuangan, dikitari Ruang Khusus, Ruang Asthabrata, dan Ruang Perpustakaan.

Di Ruang Utama tersimpan berbagai ragam cinderamata persembahan Tamu Negara RI, kenalan atau sahabat Presiden Soeharto. Selain itu, diruangan ini juga terdapat cinderamata persembahan tamu-tamu atau pejabat dalam negeri. Semua cinderamata tersimpan dalam kotak kaca. Diperlukan waktu berjam-jam untuk bisa menikmati seluruh koleksi museum.

Di ruang Asthabrata, terpampang 30 diorama yang memvisualisasikan adegan wayang kulit sesuai urutan cerita Wahyu Makutha Rama, delapan diantaranya berupa lukisan kaca yang berisi visualisasi asas kepemimpinan Asthabrata.

Asthabrata adalah ajaran kepemimpinan yang diilhami kebesaran dan keseimbangan sifat dan watak delapan unsur alam raya, yaitu : bumi, angin, laut, bulan, matahari, langit, api dan bintang. Asthabrata merupakan ilmu pengetahuan kepemimpinan yang dapat diuji kebenarannya dan bersifat universal.

Inti ajaran kepemimpinan Asthabrata yang terdapat dalam lakon Wahyu Sri Makutha Rama digali oleh pujangga bangsa Indonesia. Ajaran kepemimpinan Asthabrata mengandung makna dan arti yang sangat dalam, karenanya perlu diwariskan dari generasi ke generasi. Berikut saya coba tuliskan kembali ajaran dan ilustrasi Ke delapan asas kepemimpinan yang terdapat dalam diorama di ruang Asthabrata tersebut yaitu :



Watak Bumi : Bumi mempunyai sifat murah hati, selalu memberi hasil kepada siapapun yang mengolah dan memeliharanya dengan tekun. Seorang Pemimpin hendaknya berwatak murah hati, suka beramal dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan rakyatnya;



Watak Maruta (Angin): Angin selalu berada di segala tempat, tanpa membedakan dataran tinggi atau rendah, daerah kota ataupun pedesaan. Seorang pemimpin hendaknya selalu dekat dengan rakyat, tanpa membedakan derajat dan martabatnya, hingga secara langsung mengetahui keadaan dan keinginan rakyat.



Watak Samodra (Laut/air): Laut, betapapun luasnya, senantiasa mempunyai permukaan yang rata dan bersifat sejuk menyegarkan. Seorang pemimpin hendaknya menempatkan semua rakyatnya pada derajat dan martabat yang sama dihatinya. Dengan demikian ia dapat berlaku adil, bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap rakyatnya.



Watak Candra (Bulan): keberadaan bulan senantiasa menerangi kegelapan malam dan menumbuhkan harapan-harapan yang indah. Seorang pemimpin hendaknya sanggup memberikan dorongan dan mampu membangkitkan semangat rakyatnya, ketika rakyat sedang menderita kesulitan.



Watak Surya (Matahari): matahari adalah sumber dari segala asal kehidupan, yang membuat semua mahkluk tumbuh dan berkembang. Seorang pemimpin hendaknya mampu mendorong dan menumbuhkan daya hidup rakyatnya untuk membangun negara, dengan memberikan bekal lahir dan batin untuk dapat berkarya.



Watak Akasa (langit): langit mempunyai keluasan yang tak terbatatas, hingga mampu menampung apa saja yang datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan kemampuan mengendalikan diri yang kuat, hingga degan sabar mampu menampung pendapat rakyatnya yang bermacam-macam.




Watak Dahana (Api): api mempunyai kemampuan untuk membakar habis dan menghancurleburkan segala sesuau yang bersentuhan dengannya. Seorang pemimpin hendaknya berwibawa dan berani menegakkan hukum dan kebenaran secara tegas dan tuntas tanpa pandang bulu.


Watak Kartika (Bintang): bintang senantiasa mempunyai tempat yang tetap di langit sehingga dapat menjadi pedoman arah (kompas). Seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan rakyat kebanyakan, tidak ragu menjalankan keputusan yang disepakati, serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan.

Tuesday, April 13, 2010

Macam-macam Orang ketika Menerima Pujian dan Cacian

Pernahkah kita memuji atau mencaci maki seseorang? Bagaimana perasaan kita saat memuji atau mencaci maki seseorang? Puas? Bahagia? Sedih? Senang? Lantas bagaimana perasaan kita saat kita menerima pujian atau cacian dari seseorang?

Ada beberapa macam kelompok orang ketika menerima pujian dan cacian:

Ada orang yang memang berharap dipuji ketika melakukan amal perbuatan baik, Orang yang semacam ini akan binasa, atau kalau mujur maka Allah akan memberikan taubat kepadanya.

Ada orang yang tidak menginginkan pujian, namun jika ada yang memuji, dia pun merasa senang dengan pujian tersebut. Hendaklah dia berusaha keras untuk menghilangkan perasaan itu dari dalam hatinya. Tentu saja dia harus berjuang berulang-ulang dan dengan usaha yang cukup keras, dengan demikian diharapkan dia akan menjadi baik.

Ada yang tidak merasa senang jika mendapatkan pujian, sebab dia tahu bahwa pujian hanya akan menimbulkan mudharat, namun perasaan tidak senang itu tidak sampai ke taraf benci. Orang yang seperti ini Insya Allah adalah orang baik, dia hanya perlu diperbaiki keikhlasannya dalam beramal.

Ada yang merasa benci ketika menerima pujian. Namun dia tidak mampu untuk marah kepada orang yang memujinya. Orang yang seperti ini tergolong baik dan diharapkan suatu ketika dia akan mencapai taraf shiddiq.

Ada yang bisa marah kepada orang yang memberinya pujian. Orang tersebut telah sesuai dengan ajaran yang digariskan. Dia hanya tinggal membenahi perasaannya ketika menerima caci maki.

Sedangkan dalam hal menerima caci maki, maka orang juga terbagi menjadi beberapa macam:

Ada yang marah dan dendam ketika dicaci. Bahkan dia mencari saat yang tepat untuk bisa melampiaskan api dendamnya. Orang yang seperti ini akan bingung dan hancur, atau kalau lagi mujur, maka Allah akan memberikan taubat kepadanya.

Ada yang kesal apabila mendengarkan kalimat caci maki. Dia akan segera berlagak wara’ dan berbuat baik dengan niat riya’. Tidak jarang orang itu mencari-cari alasan yang bisa mentolerir keburukan yang dijadikan sebagai fokus cacian. Maka dengan diam-diam dia akan berusaha membongkar kedok keburukan orang yang telah mencaci dirinya. Orang ini tidak jauh berbeda dengan kelompok yang disebutkan di atas, yakni akan binasa dan celaka.

Ada yang marah-marah ketika mendengar caci maki dan cacian tersebut rasanya sangat memukul dirinya, sehingga tidak heran kalau rasa sakit itu melekat kuat di dalam hati.

Ada yang tidak suka mendapat caci maki, namun dia berusaha sekuat tenaga untuk bersabar menerimanya. Dia melakukan itu tidak lain karena ingin mendapatkan pahala. Oleh karena itulah, dia sama sekali tidak mendendam kepada orang yang telah mencelanya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dia tetap terlihat sedikit merasa kesal terhadap orang tersebut. Demikianlah cara berusaha untuk melatih jiwa agar bisa ridha terhadap caci maki.

Ada yang pada mulanya merasa tidak suka ketika dicaci, namun selang beberapa waktu kemudian dia sadar bahwa cacian tersebut memang layak untuk diterima. Hanya saja dia agak memperlakukan beda antara orang yang telah mencacinya dengan orang yang tidak mencaci dirinya. Setidaknya orang yang seperti ini sudah baik. Dan dia hanya perlu membenahi jiwanya agar lebih bersikap jujur.

Ada yang tidak merasa benci ketika menerima cacian. Dia malah rendah hati dan memilih untuk merunduk. Orang yang telah memberinya cacian dia beri perlakukan baik, sama seperti orang yang tidak pernah mencaci dirinya. Orang yang seperti ini sudah sangat diharapkan mencapai tingkat shiddiq.

Ada yang hatinya sudah mengatakan kejujuran. Dia merasa bahwa jiwanya memang sangat berhak untuk dicaci. Jadi ketika dia mendapatkan caci maki, maka dia merasa ridha dan sadar kalau dirinya pantas menerima itu. Dia merasa masih lebih baik, karena yang dicaci oleh orang hanya dalam hal tersebut. Padahal masih banyak lagi aib lain yang seharusnya juga mendapatkan cemoohan dari khalayak. Dia merasa Allah telah menutupi aib dirinya yang lain. orang yang seperti inilah agamanya akan selamat. Celaan akan menjadi simpanan kebaikan baginya di akhirat. Dan dia juga termasuk orang yang menonjol di zamannya.

Demikianlah kondisi setiap orang ketika menerima pujian dan caci maki. Kondisi mereka selalu saja berubah setiap jam dan setiap hari, setiap bulan dan setiap tahun, bahkan frekwensinya juga kadang naik dan kadang turun.

Sumber: Buku Renungan Suci – Bekal Menuju Taqwa karangan Al-Muhasibi, diterjemahkan olehWawan Djunaedi Soffandi, S.AG., diterbitkan oleh Pustaka Azzam Penerbit Buku Islam Rahmatan.